Bab
1
Penduduk,
Masyarakat Dan Kebudayaan
Definisi ISD (Ilmu Sosial Dasar):
Ilmu Sosial Dasar adalah pengetahuan
yang mempelajari masalah-masalah sosial, khususnya masalah-masalah yang
diwujudkan oleh masyarakat Indonesia, dengan menggunakan pengertian-pengertian
(fakta, konsep, teori) yang berasal dari berbagai bidang ilmu pengetahuan
keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu sosial (seperti geografi sosial, sosiologi,
antropologi sosial, ilmu politik, ekonomi, sejarah dll.
A. Pengertian Penduduk, Masyarakat dan Kebudayaan
Penduduk, masyarakat dan kebudayaan adalah konsep-konsep yang berhubungan satu
sama lain. Penduduk bertempat tinggal di dalam suatu wilayah tertentu dalam
waktu yang tertentu pula, dan berkemungkinan akan terbentuknya suatu masyarakat
di wilayah tersebut. Demikian pula hubungan antara masyarakat dengan
kebudayaan, ini adalah hubungan dwi tunggal, yang merupakan kebudayaan adalah
hasil dari masyarakat. Kebudayaan bisa terlahir, tumbuh, dan berkembang dalam
suatu masyarakat, sebaliknya tidak ada suatu masyarakat yang tidak didukung
oleh kebudayaan. Jadi, hubungan antara masyarakat dan kebudayaan merupakan
hubungan yang saling menentukan.
· Penduduk adalah orang-orang yang mendiami suatu
wilayah tertentu, menetap dalam suatu wilayah, tumbuh dan berkembang dalam
wilayah tertentu pula.
· Masyarakat adalah suatu kehidupan sosial manusia yang menempati wilayah
tertentu, yang keteraturannya dalam kehidupan sosialnya telah dimungkinkan
karena memiliki pranata sosial yang telah menjadi tradisi dan mengatur
kehidupannya. Hal yang terpenting dalam masyarakat adalah pranata sosial, tanpa
pranata sosial kehidupan bersama didalam masyarakat tidak mungkin dilakukan
secara teratur. Pranata sosial adalah perangkat peraturan yang mengatur peranan
serta hubungan antar anggota masyarakat, baik secara perseorangan maupun secara
kelompok.
· Kebudayaan adalah hasil budi daya manusia, ada yang mendefinisikan sebagai
semua hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat. Karya manusia menghasilkan
teknologi dan kebudayaan kebendaan, sedangkan rasa mewujudkan segala norma dan
nilai untuk mengatur kehidupan dan cipta merupakan kemampuan berpikir dan
kemampuan mental yang menghasilkan filsafat dan ilmu pengetahuan.
B. Hubungan antara Penduduk, Masyarakat dan Kebudayaan
Dari pengertian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa Penduduk, Masyarakat dan
Kebudayaan mempunyai hubungan yang erat antara satu sama lainnya. Dimana
penduduk adalah sekumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang
tertentu. Sedangkan masyarakat merupakan sekumpulan penduduk yang saling
berinteraksi dalam suatu wilayah tertentu dan terikat oleh peraturan –
peraturan yang berlaku di dalam wilayah tersebut. Masyarakat tersebutlah yang
menciptakan dan melestarikan kebudayaan; baik yang mereka dapat dari nenek
moyang mereka ataupun kebudayaan baru yang tumbuh seiring dengan berjalannya
waktu. Oleh karena itu penduduk, masyarakat dan kebudayaan merupakan hal yang
tidak dapat dipisahkan. Kebudayaan sendiri berarti hasil karya manusia untuk
melangsungkan ataupun melengkapi kebutuhan hidupnya yang kemudian menjadi
sesuatu yang melekat dan menjadi ciri khas dari pada manusia ( masyarakat )
tersebut.
Masyarakat dan kebudayaan terus berkembang dari masa ke masa. Pada zaman
dahulu, manusia hidup berpindah dari suatu tempat ke tempat lainnya, masyarakat
yang hidup dalam keadaan yang seperti ini di sebut dengan masyarakat nomaden.
Mereka berpindah ke tempat lain jika bahan makanan yang ada di derah mereka
telah habis. Namun, seiring dengan waktu mereka mulai belajar untuk
melestarikan daerah di mana mereka tinggal. Mereka mulai bercocok tanam dan
berternak untuk melangsungkan kehidupan mereka. Hingga saat ini kegiatan
bercocok tanam ( bertani ) menjadi ciri khusus masyarakat Indonesia dan dengan
demikian Indonesia di sebut dengan negara agraris, karena sebagian besar
masyarakatnya berprofesi sebagai petani hingga mereka dapat memenuhi kebutuhan
pangannya sendiri.
Masyarakat zaman dahulupun meninggalkan hasil kebudayaan yang beraneka ragam,
mulai dari peralatan, bahasa, lagu, bangunan – bangunan, hingga berbagai macam
upacara adat. Hasil kebudayan pada zaman prasejarah merupakan benda – benda tua
yang terbuat dari batu – batu alam dan tulang – tulang binatang. Alat – alat
tersebut mereka ciptakan untuk berburu binatang.
Pada zaman purba, masyarakat mulai tumbuh dan berkembang beserta dengan
tumbuhnya peraturan – peraturan yang berlaku dan mengikat keberadaan masyarakat
tersebut. Mereka hidup di bawah pimpinan raja yang berkuasa. Mereka juga mulai
mengenal tulisan. Pada zaman ini masyarakat mulai mengenal suatu kepercayaan
yang lebih jelas jika dibandingkan dengan masyarakat yang hidup pada zaman
sebelumnya. Mereka yang dulu hidup dengan menyembah batu dan pepohonan besar
kini mulai menyembah apa yang mereka sebut sebagai Tuhan. Kepercayaan yang
berkembang pada zaman ini adalah agama Hindu dan Budha. Kedua agama ini membawa
pengaruh yang sangat besar bagi masyarakat dan kebudayaan Indonesia. Bukan
hanya dari segi kebudayaan tetapi juga dalam bentuk susunan masyarakat hingga
kepada adat istiadat, karya seni dan sastra serta bentuk bangunan. Banyak sekali
karya seni berupa lukisan, patung – patung dan candi – candi yang bercorak
hindu maupun budha yang di bangun pada zaman ini.
Zaman madya ditandai dengan masuknya agama Islam. Agama Islam menyebar dengan
cepatnya menyebar di Indonesia. Agama Islam juga memberikan pengaruh yang cukup
besar bagi perkembangan kebudayaan di Indonesia. Islam memberikan sentuhan baru
bagi perkembangan bangunan – bangunan dan karya seni maupun sastra di Indonesia.
Zaman baru di mulai sejak masuknya pengaruh barat ke Indonesia. Hingga saat ini
zaman baru masih berlangsung. Proses berkembangnya kebudayaanpun masih terus
berlangsung. Zaman baru membawa pengaruh dan perubahan yang besar. Mulai dari
gaya hidup, cara berpakaian, bentuk bangunan dan lain – lain. Kebudayaan yang
berasal dari luarpun tak hanya masuk, namun sebagian dari mereka bercampur
dengan kebudayaan asli Indonesia sehingga terciptalah suatu kebudayaan yang
baru.
Kebudayaan sendiri sebenarnya bergantung kepada bagaimana masyarakat itu
tinggal dan berkomunikasi dengan sesamanya. Dengan demikian setiap Negara
memiliki kebudayaan yang berbeda. Kebudayaan tidak akan pernah berhenti untuk
berkembang selama masyarakat terus berkembang dan belajar demi kelangsungan
hidupnya.
C. Kebudayaan dan Kepribadian
Kebudayaan dan Kepribadian saling memiliki keterkaitan dalam kehidupan setiap
manusia. Pada hakekatnya manusia adalah makhluk sosial yang saling berinteraksi
satu dengan yang lainnya. Budaya merupakan salah satu unsur dasar dalam
kehidupan social. Budaya mempunyai peranan penting dalam membentuk pola
berpikir dan pola pergaulan dalam masyarakat, yang berarti juga membentuk
kepribadian dan pola pikir masyarakat tertentu. Budaya mencakup perbuatan atau
aktivitas sehari-hari yang dilakukan oleh suatu individu maupun masyarakat, pola
berpikir mereka, kepercayaan, dan ideology yang mereka anut.
Budaya secara harfiah berasal dari Bahasa Latin yaitu Colere yang memiliki arti
mengerjakan tanah, mengolah, memelihara ladang (menurut Soerjanto Poespowardojo
1993).Selain itu Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu
buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan
sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Adapun menurut
istilah Kebudayaan merupakan suatu yang agung dan mahal, tentu saja karena ia
tercipta dari hasil rasa, karya, karsa,dancipta manusia yang kesemuanya
merupakan sifat yang hanya ada pada manusia.Tak ada makhluk lain yang memiliki
anugrah itu sehingga ia merupakan sesuatu yang agung dan mahal.
Menurut Koentjaraningrat budaya adalah keseluruhan sistem gagasan tindakan dan
hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan miliki
diri manusia dengan cara belajar.
D. Pengertian Kepribadian dan kebudayaan
Kepribadian merupakan faktor kunci dalam mendefinisikan keunikan individu dan
tentu saja membentuk individu melalui kehidupan.
Dari berbagai definisi dapat diperoleh kesimpulan mengenai pengertian
kebudayaan yaitu sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan
meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga
dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Budaya adalah
cara hidup. Budaya tidak hanya nilai-nilai sadar kita, tetapi juga ini asumsi
kita tentang Manusia melihat dan percaya sesuai dengan perkembangan budaya
mereka. Budaya merupakan salah satu faktor penting dari model kepribadian.
Studi budaya dan kepribadian berusaha untuk memahami pertumbuhan dan
perkembangan identitas pribadi atau sosial yang berkaitan dengan lingkungan
social sekitarnya. Fitur budaya suatu masyarakat menghasilkan ciri khas
tertentu dalam sosialisasi anak-anak. Dengan menggunakan beberapa elemen
sosialisasi umum dan mekanisme, ada kemungkinan terbentuk fitur umum dari
kepribadian atau konfigurasifitur kepribadian khas bagi anggota masyarakat.
E. Kebudayaan Barat
Dewasa ini kebudayaan barat sedang naik daun, termasuk di negara kita
Indonesia. Pada dasarnya, kebudayaan barat banyak memberikan dampak positif
dalam berbagai bidang. Akan tetapi, jika masuknya kebudayaan barat itu tidak
kita saring atau kita terima secara mentah begitu saja juga dapat memberikan
dampak negatif dalam beberapa bidang kehidupan. Sekarang ini banyak hal-hal
baru yang mengacu pada kebudayaan barat. Sedangkan kebudayaan tradisional
sedikit demi sedikit mulai tereleminasi karena kalah popularitas dengan
kebudayaan barat.
Dampak positif yang dapat kita ambil dari kebudayaan barat misalnya:
a) Kemajuan teknologi mereka (orang-orang barat) yang sudah semakin maju dapat
membantu kita memudahkan dalam melakukan pekerjaan sehari-hari dengan bantuan
alat-alat elektronik canggih yang mereka ciptakan.
b) Dalam bidang politik, Negara barat cenderung menggunakan system demokrasi.
Hal itu menginspirasikan pemerintahan Negara kita untuk mengunakan sitem
pemerintahan yang terbuka dan demokratis.
c) Dalam bidang sosial budaya kita dapat meniru pola berpikir mereka yang baik
seperti etos kerja yang tinggi dan disiplin dan Iptek dari bangsa barat yang
sudah maju untuk meningkatkan kemajuan bangsa.
Sedangkan dampak negatif yang ditimbulkan dari kebudayaan barat diantaranya:
a) Generasi muda sekarang lebih suka meniru gaya orang-orang barat, misalnya
trend mode berbusana. Anak muda zaman sekarang lebih suka menggunakan
barang-barang eksport dan berbusana yang minim-minim sehingga menyebabkan
kurangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri.
b) Munculnya sikap individualisme yang menimbulkan ketidakpedulian
antarperilaku sesama warga. Dengan adanya individualisme maka orang tidak akan
peduli dengan kehidupan bangsa.
c) Pergaulan masyarakat barat yang bebas mulai memengaruhi budaya Indonesia
yang sebelumya lebih beradab. Kebebasan yang kelewat batas itu sebenarnya tidak
cocok dengan nilai-nilai kebudayaan kita. Misalnya saja free sex yang sekarang
ini marak terjadi di Negara kita. Padahal hal itu sangat bertentangan dengan
kebudayaan kita yang menjunjung tinggi norma kesusilaan.
d) Kurangnya rasa hormat tehadap orang tua dan tidak peduli terhadap lingkungan
juga merupakan dampak yang ditimbulkan dari kebudayaan barat yang menganut
kebebasan sehingga mereka bertindak sesuka hatinya.
Dari pemaparan diatas, dapat disimpulkan bahwa dibanding dampak positif yang
dapat kita peroleh, kita malah lebih banyak mendapatkan dampak negatifnya. Oleh
karena itu marilah kita antisipasi dampak negatif yang ditimbulkannya dengan
mulai mencintai budaya negara kita sendiri. Toh, budaya tradisional kita juga
tak kalah menarik dan bermartabatnya di kalangan dunia. Sehingga kita tidak
akan kehilangan kepribadian bangsa. Selain itu, kita juga harus lebih selektif
dalam menerima pengaruh dari kebudayaan barat. Tidak lupa juga, tanamkan
ajaran-ajaran agama dengan sebaik-baiknya agar kita dapat terhindar dari
pengaruh negatif yang ditimbulkannya.
Bab 2
Individu, Keluarga Dan Masyarakat
A. PENGERTIAN INDIVIDU
Merupakan suatu sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang
paling kecil dan terbatas. Individu bukan berarti manusia sebagai suatu
keseluruhan yang tak dapat dibagi, melainkan sebagai kesatuan yang terbatas,
yaitu sebagai manusia perseorangan. Dari uraian singkat diatas dapatlah
disimpulkan, bahwa individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki
peranan khas di dalam lingkungan sosialnya.
B. PENGERTIAN PERTUMBUHAN
Walaupun terdapat perbedaan pendapat diantara para ahli, namun diakui bahwa
pertumbuhan itu adalah suatu perubahan menuju ke arah yang lebih maju dan
dewasa/ atau disebut juga dengan istilah proses. Selain itu kita mengenal
konsepsi aliran sosiologi dimana ahli dari pengikut aliran ini menganggap bahwa
pertumbuhan itu adalah proses sosialisasi, yaitu proses perubahan sifat
mula-mula yang asosial atau juga sosial kemudian tahap demi tahap
disosialisasikan.
C. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN
Pada garis besarnya terdapat tiga golongan, yaitu ;
a. Pendirian Navistik
Menurut para ahli golongan ini berpendapat, bahwa pertumbuhan individu itu
semata-mata ditentukan oleh faktor-faktor yang dibawa sejak lahir. Para ahli
ini menunjukan berbagai kesempatan atau kemiripan antara orang tua dengan
anaknya.
b. Pendirian Empiris dan Environmentalistik
Pendirian ini berlawana dengan navistik. Para ahli berpendapat, bahwa
pertumbuhan individu semata-mata tergantung pada lingkungan sedang dasar tidak
berperan sama sekali. Menurut faham ini di dalam pertumbuhan individu baik
dasar maupun lingkungan kedua-duanya memgang peranan penting.
c. Pendirian Konvergensi dan Interaksionisme
Kebanyakn para ahli mengikuti pendirian konvergensi dengan modifikasi
seperlunya. Suatu modifikasi yang terkenal yang sering dianggap sebagai
perkembangan lebih jauh konsepsi konvergensi ialah konsepsi interaksionisme
yang berpandangan dinamis yang menyatakan bahwa interaksi antara dasar dan
lingkungan dapat menentukan pertumbuhan individu.
D. TAHAP PERTUMBUHAN INDIVIDU BERDASAR PSIKOLOGI
Pertumbuhan individu sejak lahir sampai masa dewasa atau masa kematangan itu
melalui beberapa fase sebagai berikut:
a. Masa Vital
Pada masa vital ini individu menggunakan fungsi-fungsi biologis untuk menemukan
berbagai hal dalam dunianya. Pendapat semacam ini mungkin beralasan pada
kenyataan, bahwa pada masa ini mulut memainkan peranan terpenting dalam
kehidupan individu .
b. Masa Estetik
Masa estetik dianggap sebagai masa pertumbuhan rasa keindahan. Sebenarnya kata
estetik diartikan bahwa pada masa ini pertumbuhan anak yang terutama adalah
fungsi panca indera. Pada masa ini terjadi apa yang kita sebut dengan
menghendaki, dan kehendak yag dimiliki tidak dapat ditahan-tahan; akan tetapi,
kalau dia telah memperolehnya maka dia tidak lagi memperdulikan; dan
menghendaki benda lain dan seterusnya.
c. Masa intelektual(masa keserasian bersekolah)
Setelah anak melewati masa kegoncangan yang pertama, maka proses sosialisasinya
telah berlangsung dengan lebih efektif. Sehingga menjadi lebih matang untuk
dididik daripada masa-masa sebelumnya.
d. Masa Remaja
Masa remaja merupakan masa yang banyak menarik perhatian masyarakat karena
mempunyai sifat-sifat khas dan yang menentukan dalam kehidupan individu dalam
masyarakatnya.
2. FUNGSI-FUNGSI KELUARGA
Keluarga adalah unit/satuan masyarakat yang terkecil yang sekaligus merupakan
suatu kelompok kecil dalam masyarakat. Kelompok ini, dalam hubungannya dengan
perkembangan individu sering dikenal dengan sebutan prymari group.
A. PENGERTIAN FUNGSI KELUARGA
Fungsi keluarga adalah suatu pekerjaan-pekerjaan atau tugas-tugas yang harus
dilaksanakan di dalam atau oleh keluarga itu.
B. MACAM-MACAM FUNGSI KELUARGA
Pekerjaan-pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh keluarga itu dapat
digolongkan/dirincikan kedalam beberapa fungsi, yaitu :
a. Fungsi biologis
b. Fungsi Pemeleiharaan
c. Fungsi Ekonomi
d. Fungsi keagamaan
e. Fungsi Sosial.
3. INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT
1) PENGERTIAN INDIVIDU
Kata individu merupakan sebutan yang dapat untuk menyatakan suatu kesatuan yang
paling kecil dan terbatas.
2) PENGERTIAN KELUARGA
Keluarga adalah lingkungan terdapat beberapa orang yang masih memiliki hubungan
darah. Keluarga sebagai kelompok sosial terdiri dari sejumlah individu,
memiliki hubungan antar individu.
3) PENGERTIAN MASYARAKAT
Masyarakat adalah suatu kelompok manusia yang telah memiliki tatanan kehidupan,
norma-norma, adat istiadat yang sama-sama ditaati dalam lingkungannya.
a. Masyarakat sederhana
Dalam lingkungan masyarakat sederhana(primitif) pola pembagian kerja cenderung
dibedakan menurut jenis kelamin. Pembagian kerja dalam bentuk lain tidak
terungkap dengan jelas, sejalan dengan pola kehidupan dan pola perekonomian
masyarakat primitif atau belum sedemikian rupa seperti pada masyarakat maju.
b. Masyarakat maju.
Memiliki aneka ragam kelompok sosial, atau lebih akrab dengan sebutan kelompok
organisasi kemasyarakatan yang tumbuh dan berkembang berdasarkan kebutuhan
serta tujuan tertentu yang akan dicapai.
1. Masyarakat Non Industri
Secara garis besar, kelompok nasional atau organisasi kemasyarakatan non
industri dapat digolongkan menjadi dua golongan, yaitu kelompok primer (prymari
group) dan kelompok sekunder (secondary group)
2. Masyarakat Industri
Ketika berkembang pesatnya industri di eropa pada abad ke-15. Hal tersebut
melahirkan bentuk pembagian kerja antara majikan dan buruh. Semula pembagian
kerja antara majikan dan buruh atau mereka yang magang bekerja berjalan serasi,
namun laju pertumbuhan industri membawa konsekuensi memisahkan pekerja dengan
majikan lebih nyata.
4. HUBUNGAN ANTARA INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT
A. MAKNA INDIVIDU
Manusia adalah mahluk individu. Mahluk individu berarti mahluk yang tidak dapat
dibagi-bagi, tidak dapat dipisah-pisahkan antara jiwa dan raganya.
B. MAKNA KELUARGA
Keluarga adalah merupakan kelompok primer yang paling penting di dalam
masyarakat. Keluarga merupaka sebuah grup yang terbentuk dari hubungan
laki-laki dan wanita, perhubungan mana sedikit banyak berlangsung lama untuk
menciptakan dan membesarkan anak-anak.
C. MAKNA MASYARAKAT
Dalam arti yang luas masyarakat dimaksud keseluruhan hubungan-hubungan dalam
hidup bersama tidak dibatasi oleh lingkungan, bangsa dan sebagainya, atau
dengan kata lain : kebulatan dari semua perhubungan dalam hidup bermasyarakat.
Dalam arti sempit masyarakat dimaksud sekelompok manusia yang dibatasi
aspek-aspek tertentu, misalnya teritorial, bangsa, golongan, dan sebagainya.
5. URBANISASI DAN URBANISME
Proses urbanisasi boleh dikatakan terjadi di seluruh dunia, baik pada
negara-negara yang sudah maju maupun yang secara relatif belum memiliki
industri. Proses urbanisasi dapat terjadi dengan lambat maupun cepat, hal ini
tergantung daripada keadaan msyarakat yang bersangkutan. Sehubungan dengan
proses tersebut, maka ada beberapa sebab yang mengakibatkan suatu daerah tempat
tinggal mempunyai penduduk yang baik. Artinya adalah, sebab suatu daerah
memiliki daya tarik sedemikian rupa. Adapun sebab-sebabnya adalah sebagai berikut
:
1. Daerah termasuk menjadi pusat ibukota atau pusat pemerintahan
2. Tempat tersebut letaknya sangat strategis sekali untuk usaha-usaha
perdagangan/perniagaan.
3. Timbulnya industri di daerah itu, yang memproduksikan barang-barang maupun
jasa-jasa.
KESIMPULAN
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa setiap individu, keluarga dan
masyarakat memiliki relasi atau hubungan yang saling berkaitan satu dengan yang
lainnya. Hubungan yang dilandasi oleh nilai, norma dan aturan-aturan diantara
komponen-komponen tersebut.
Individu tidak akan jelas identitasnya tanpa adanya suatu keluarga dan
masyrakat yang menjadi latar belakang keberadaanya. Begitupun sebaliknya,
individu berusaha mengambil jarak dan memproses dirinya untuk membentuk
perilakunya yang selaras dengan keadaan dan kebiasaan yang sesuai dengan
perilaku yang telah ada pada dirinya. Dan barulah dikatakan sebagai individu
jika individu bisa membaur dengan lingkungan sosialnya yaitu masyarakat.
Sekian artikel yang dapat saya rangkum, tanpa
mengurangi rasa hormat saya sudi kiranya para pembaca sekalian memberi komentar
untuk mengkoreksi kekurangannya.
Terimakasih..
Assalamualaikum wr.wb.
Daftar Pustaka:
1.http://muhammadzeiin.blogspot.co.id/2015/01/rangkuman-isd-penduduk-masyarakat-dan.html
2.http://syaifulhasby.blogspot.co.id/2015/10/ilmu-sosial-dasar-individu-keluarga-dan.html
3. Wahyu, Ramdani, M.Ag.,M.Si. ISD (Ilmu Sosial
Dasar). Pustaka Setia. Bandung : 2007